Produk terpopuler
Home » Article » Ketela pohon Ubi kayu atau Singkong

Ketela pohon Ubi kayu atau Singkong

Ketela pohon Ubi kayu atau Singkong

Singkong (kassava) merupakan umbi-umbian yang banyak tumbuh di Indonesia. Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, singkong dapat diolah menjadi tepung singkong. Tepung singkong (kassava) adalah perbaikan dari tepung gaplek, dengan ciri warnanya lebih putih, aroma dan tekstur lebih putih. Tepung singkong dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi terigu dalam pembuatan aneka kue, roti, mie, biskuit dan makanan olahan lainnya. Proses pembuatan tepung singkong relatif sederhana dan murah.

Pada beberapa proses. Kasava dapat diolah menjadi banyak sekali menjadi produk olahan baik menjadi produk setengah jadi maupun produk jadi.  Produk setengah jadi pada umumnya adalah tepung tapioka, gaplek/chip dan tepung kasava serta tepung kasava komposit. Dari produk setengah jadi tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk olahan jadi seperti krupuk, tiwul instan, kue basah dan kue kering, dll. Sedangkan produk jadi dengan bahan baku kasava segar pada umumnya produk olahan tradisional, seperti direbus, digoreng, gethuk, miler, tette, tape, dll, Beberapa kandungan ubi Kayu pada singkong.

Kandungan gizi ubi kayu (per 100 gram bahan) ;

KOMPONEN KADAR
Kalori 146,00 kal
Air 62,50 gr
Phosphor 40,00 mg
Karbohidrat 34,00 gr
Kalsium 33,00 mg
Vitamin C 30,00 mg
Protein 1,20 gr
Besi 0,70 mg
Lemak 0,30 gr
Vitamin B1 0,06 mg
Berat dapat dimakan 75,00

Sumber : BBPP Ketindan Lawang 2010

Ketela pohon Ubi kayu atau Singkong

Produk olahan singkong (ubi kayu, ketela pohon, Manihot esculenta), terdiri dari dua jenis : tapioka (pati singkong, tapioca) dan kasava (cassava). Kasava pun masih terdiri dari dua jenis : cassava powder (tepung gaplek), dan cassava flour (tepung singkong). Di Indonesia, tepung singkong masih merupakan produk baru.

Ubi KayuTapioka adalah pati singkong. Produk ini diperoleh dari singkong segar yang diparut, atau digiling halus, diberi air, dan disaring (dipres). Hasilnya air dan ampas.  Airnya diendapkan, dan ampasnya dibuang, atau untuk pakan ternak. Setelah mengendap, air dibuang, dan pati yang berada di bawah ditiriskan, lalu dikeringkan dengan penjemuran, atau menggunakan dryer. Industri tapioka bisa dikerjakan dalam skala rumah tangga, maupun berskala industri besar. Di kawaan Lampung, banyak industri tapioka berskala raksasa, dengan areal tanaman singkong mencapai ribuan hektar. Sementara di sekitar Bogor, banyak industri tapioka berskala rumah tangga. Selama ini tapioka paling banyak diserap oleh industri bakso, dan kerupuk.

Beda dengan tapioka, kasava adalah tepung singkong berikut bahan seratnya. Cassava powder alias tepung gaplek, adalah singkong segar dikupas, dibelah dua, lalu dikeringkan dengan cara dijemur. Singkong kering ini disebut gaplek (gaplèk). Gaplek yang digiling, dan dibuang “sontrotnya” (bagian tengah singkong yang berkayu), disebut cassava powder. Oleh masyarakat Jawa, tepung gaplek ini diolah menjadi tiwul, dengan cara dikukus. Dalam agroindustri modern, tepung gaplek paling banyak diserap sebagai bahan pakan ternak bersama jagung, bungkil, dan tepung ikan. Kualitas tepung gaplek, sulit untuk diseragamkan, mengingat proses pembuatan gaplek dilakukan oleh rakyat, dengan cara yang berbada-beda.

Cassava flour adalah tepung singkong. Produk ini dibuat dari bahan singkong segar yang dikupas, dicuci bersih, lalu dibuat “sawut”. Prosesnya singkong segar itu diparut, dengan lubang parut yang besar-besar. Apabila hasil parutan ini dikukus, akan menjadi “sawut”, yakni pangan tradisional pangganti nasi. Bisa pula singkong segar itu diserut hingga menghasilkan chip, atau keripik. Pada pembuatan cassava flour, parutan sawut atau keripik ini bisa langsung dijemur sampai kering, kemudian digiling halus. Namun bisa pula “sawut” mentah ini diambil patinya dengan cara diperas. Baru kemudian “ampas sawut” dijemur sampai kering. Setelah itu sawut digiling, dan dicampur dengan patinya. Hal-hal yang mempengaruhi kualitas mutu pada Tepung singkong diantaranya adalah ;

Persen Kadar Air ( % Moisture )

Moisture merupakan jumlah kadar air pada tepung singkong ,dimana moisture ini berpengaruh besar sekali terhadap kualitas tepung. Bila jumlah moisture melebihi standar maksimum maka yang didapat adalah tepung akan semakin cepat rusak, antara lain:

  • Berjamur
  • Berbau apek
  • Penambahan air pada adonan berkurang

Penentuan harganya pun mempengaruhi diantaranya :

  • adapun moisture rendah = kualitas tepung bagus = harga mahal
  • adapun moisture tinggi = kualitas tepung jelek = harga murah

Untuk menentukan persen kadar air pada tepung singkong ataupun masih berbentuk ubi kayu anda bisa berkonsultasi dengan kami, disini ada beberapa alat uji yang sudah banyak dipakai untuk menentukan kadar air tersebut salah satunya type Digital Computer Moisture Meter JV-010S.

Sumber : Dirangkum dari berbagai review kami.

Tentang Bondan Sdr

Waktu Seperti Sungai tidak bisa disentuh air yang sama untuk kedua kalinya, Maka berbuatlah kebaikan dan Kejujuran selagi waktu masih ada.

Produk Terkait

Jual Homogenizer AMT-M17

Alat Pencampur Cairan Homogenizer AMT-M17 Series

Alat Pencampur Cairan Homogenizer AMT-M17 Series Homogenizer adalah alat portable yang berbentuk mirip seperti solder dengan …

Permintaan Penawaran

Permintaan Harga

Permintaan Harga

Permintaan Penawaran harga, Akan kami proses sesuai dengan kebutuhan produk yang dikehendaki merujuk ke type/merk produk tersebut, Apabila belum ada kecocokan dari spesifikasi / kebutuhan yang diminta silahkan hubungi kami terlebih dahulu





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *